(Kunak, Bogor, 23 September 2019). Gapoktan Aster aktif mengolah bahan baku susu sapi segar menjadi olahan susu berupa yoghurt. Gapoktan yang dikomandoi Nanang Rahmat ST ini sangat menjunjung tinggi komitmen kelompok, yaitu menghasilkan yoghurt yang aman, halal, bergizi, dan lezat; menjadi salah satu solusi bagi peternak untuk dapat menambah penghasilan dengan ikut terlibat dalam usaha pemasarannya; serta menjadi market leader produk yoghurt di Bogor. Langkah tersebut ditempuh dengan cara menerapkan CPPOB, menggunakan bahan baku susu murni terbaik dalam setiap proses produksi, memperluas variasi produk guna memenuhi keinginan konsumen, serta memperluas jaringan distribusi sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Bogor dan sekitarnya. Komitmen kelompok dalam menghasilkan yoghurt yang aman ini didukung penuh oleh anggota Tim GMP yang konsisten dalam menjalankan / menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik. Tim ini diketuai oleh seorang lulusan Sarjana, 3 orang lulusan SMA yang kompeten dalam penanganan bahan baku, pengolahan, dan pengemasan, serta 1 orang lulusan dokter hewan sebagai supervisor/penanggung jawab produksi. Semua anggota tim rutin dalam mendapatkan pelatihan CPPOB dari Dinas terkait. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan yoghurt berupa susu segar yang diperoleh dari KPS Bogor, dan bahan tambahan lain berupa gula pasir, susu skim, perisa makanan serta starter Lactobacillus bulgarius, Streptococcus termophylus dan Lactobacillus acidophylus. Semua bahan ini diwajibkan memenuhi standar persyaratan yang ketat karena termasuk kategori produk pangan yang beresiko tinggi (high risk) . Bahan baku susu segar diharuskan memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan yang tercantum dalam SNI 3141.1:2011 Susu Sapi Bagian 1:Segar, dengan parameter uji diantaranya lolos uji alkohol, lolos uji berat jenis (BJ), lolos uji derajat keasaman (pH), serta lolos uji antibiotik (negatif).Persyaratan mutu starter (bibit) yoghurt yait warna homogen, kemasan tidak rusak/bocor, serta masa kadaluarsa +- 3 bulan. Persyaratan mutu susu skim bubuk diharuskan kemasan tidak bocor, susu tidak menggumpal, tidak ada perubahan bau, warna dan rasa, dan digunakan maksimal 2 minggu setelah kemasan dibuka. Perisa pasta serta pewarna dipersyaratkan harus teregister di BPOM MD serta memiliki logo halal MUI. Proses produksipun juga takkalah penting. Pada saat proses pasteurisasi dipersyaratkan susu sapi segar dipasteurisasi pada suhu 75-76 derajat Celcius selama 15 detik, dan fermentasi dilakukan dalam inkubator bersuhu 40 derajat Celcius selama 8 jam atau pada suhu ruang selama 18-24 jam. Hasil akhir berupa yoghurt dipersyaratkan memiliki tekstur/onsistensi yang kental, tanpa tambahan air, memiliki aroma susu fermentasi yang khas, serta mempunyai ringkat keasaman sedang. Pengemasan dipersyaratkan menggunakan kemasan yang foodgrade, kelompok menggunakan botol platik PE transparan @100 ml dan 250 ml. Penyimpanan juga dipersyaratkan dalam kulkas <4 derajat Celcius dan atau freezer suhu < -18 derajat Celcius. Upaya meminimalisasi kontaminasi cemaran mikroba dan cemaran logam berat dilakukan dengan cara membangun unit pengolahan sesuai diagram alur proses produksi serta penerapan higiene dan sanitasi karyawan yang ketat. Hingga saat ini gapoktan Aster telah memperoleh 4 izin edar MD dari BPOM.

Share:

Leave a Reply