Tinjau Kapal Ternak, Bukti Dukungan Presiden Jokowi Terhadap Pembangunan Peternakan

Jakarta (22/8)_Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, mengaku senang atas kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat proses loading ternak sapi di kapal ternak Camara Nusantara (CN) 3, dalam rangkaian kunjungan Presiden ke Kupang pada Rabu 21 Agustus 2019 lalu. “Kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo melihat kapal ternak, merupakan bukti dukungan dan perhatian beliau yang besar kepada pembangunan peternakan”, ujarnya. “Oleh karena itu, kita harus terus bersinergi dan bahu-membahu antara pemerintah dan stakeholder, untuk kemajuan dunia peternakan”, sambungnya.

Pada kunjungan tersebut Presiden Jokowi tidak hanya melihat proses loading ternak sapi memasuki kapal ternak dari luar kapal, namun Presiden juga ikut menaiki kapal ternak untuk melihat langsung ternak sapi yang telah memasuki kandang dalam kapal ternak. Presiden pun menyalami para petugas dan pengirim ternak sapi yang menggunakan kapal ternak, termasuk para kleder (penjaga ternak) yang berada dalam kapal ternak tersebut.

Seusai melakukan peninjauan di kapal ternak, dalam wawancara dengan pada wartawan, Presiden menyampaikan rasa syukurnya bahwa 5 dari total 6 kapal ternak dapat melayani pengangkutan ternak sapi dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tujuan pulau Jawa terutama Jakarta dan sekitarnya.

Presiden Jokowi juga mengungkapkan, bahwa muatan kapal ternak tersebut saat ini penuh terus. “Kapal ternak ini penuh” ujarnya.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyampaikan harapannya, bahwa ke depan ternak-ternak sapi NTT juga ada yang dikirim dalam bentuk daging beku ke wilayah konsumen.

Anis salah satu pengirim ternak sapi pengguna kapal ternak, yang juga berada di lokasi tersebut menyampaikan kebahagiaannya dapat bertemu Presiden Jokowi pada saat proses loading ternak sapinya ke CN 3. Anis merasakan manfaat dengan adanya kapal ternak, yang dapat mengangkut ternak sapi dari Provinsi NTT ke Jakarta, Samarinda dan Banjarmasin.

“Senang pakai kapal ternak karena susut bobot badan sapi sampai tempat tujuan lebih kecil dibanding pakai kargo dan kesrawan lebih terjamin”, ungkap Anis. Menurutnya penurunan bobot badan sapi yang diangkut dengan kapal ternak, berdasarkan pengalamannya selama ini kurang dari 10%, sedangkan kapal kargo lebih dari 10%.

Hal senada juga disampaikan Benny, pengirim ternak sapi pengguna kapal ternak, saat ditemui di pasar ternak lili Kabupaten Kupang. Benny lebih suka mengirimkan ternak-ternak sapinya menggunakan kapal ternak, karena penurunan bobot badan sapinya lebih rendah dibanding menggunakan kapal kargo. Berdasarkan pengalaman Benny, penurunan bobot badan ternak sapi yang dikirim dengan kapal ternak lebih rendah berkisar 6-8%, dibandingkan dengan kapal kargo yang mencapai 12-15%.

Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT, Danny Suhadi mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas fasilitasi kapal ternak dari pemerintah pusat untuk mengangkut sapi dari NTT menuju wilayah produsen. Lebih lanjut Danny menjelaskan bahwa 5 kapal ternak yang mengangkut ternak sapi dari NTT adalah kapal CN 1, CN 2, CN 3, CN 4 dan CN6.

”Kelima kapal tersebut utk distribusi ternak sapi NTT ke pulau Jawa terutama Jakarta dan pulau Kalimantan melalui Samarinda dan Banjarmasin dengan muatan atau loading faktor rata-rata mencapai 100% dari kapasitas muatan angkut kapal sebesar 500 ekor per kapal”, jelas Danny.

Share:

Leave a Reply