Bogor, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan pengembangan sistem Pelayanan Informasi Pemasaran (PIP) menjadi aplikasi Sistem Informasi Pasar Online Nasional- Peternakan (Simponi Ternak), sistem ini menyediakan informasi perkembangan harga ketersediaan produk di peternak sampai pada level konsumen.

Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani, sistem informasi pemasaran komoditas peternakan ini perlu dilakukan upgrade untuk memenuhi kebutuhan atas informasi yang akurat, terbuka, dan mampu dipertanggungjawabkan. Tersedianya sistem informasi pasar akan menjembatani supply di sentra produksi dan demand di sentra pasar (konsumen).

“Data yang tersedia dapat dimanfaatkan tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal antar instansi, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat” ungkap Fini pada acara Sosialisasi dan Workshop Simponi Ternak (3/9).

Fini menuturkan informasi pasar diperlukan dalam mencermati pergeseran paradigma dari orientasi produksi ke orientasi pasar sehingga mampu menjadi sarana penunjang agar signal pasar menjadi dasar bagi penentuan jenis produk yang akan dihasilkan oleh peternak. “Melalui sistem Simponi Ternak dapat dijadikan sebagai bahan informasi di dalam merencanakan usaha, yang diharapkan mampu untuk meningkatkan pendapatan peternak sebagai pelaku usaha menjadi lebih sejahtera,” tambahnya.

Lanjut Fini menerangkan pengembangan sistem layanan informasi agribisnis peternakan selain menyangkut masalah harga juga mencakup aspek perdagangan lainnya seperti lokasi, waktu panen, mutu, jenis, volume, kontak person dan lain-lain, sehingga perlu adanya perbaikan tata kelola dan sinkronisasi dengan stakeholder ter

kait, seperti Bank Indonesia dan Kemendag.

“Oleh karena perlu meningkatkan sistem layanan informasi agribisnis peternakan kepada para pelaku agribisnis terkait secara berkesinambungan” terang Fini yang juga menyampaikan bahwa peran pelayanan informasi pasar perlu ditingkatkan terutama dalam memonitoring kondisi yang muncul dari dinamika pasar di wilayahnya sehingga perlu dibangun jaringan komunikasi yang lebih baik, apalagi dalam menghadapi keadaan terjadinya anomali pasar yang memerlukan identifikasi dini (early warning) khususnya pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kegiatan yang dihadiri oleh petugas Pelayanan Informasi Pemasaran (PIP) dari 34 Provinsi dari dari Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, Pinsar, dan Praktisi ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai wadah menggali informasi dan sharing pengetahuan dalam mengelola informasi harga pasar baik komoditas peternakan dengan metode pengolahan data yang efektif dan efisien untuk memperoleh penyajian data harga pasar yang cepat, aktual, akurat, dan terpercaya.

Share:

Leave a Reply