“Berdasarkan data recording farm ayam ras pedaging setiap periode tahun 2018, diketahui rata-rata BEP setiap kg live bird adalah Rp.15.400,-. Peternak akan mengalami titik impas jika harga penjualan live bird Rp.15.400/kg. Namun pada kenyataannya harga live bird tingkat farmgate yang berlaku di pasar setiap periode rata-rata berkisar Rp.17.000-21.000/kg”. Keuntungan yang didapat peternak plasma sepanjang tahun 2018 adalah Rp. 1.200/kg berdasarkan harga kontrak Rp.16.600.Peternak plasma masih mendapatkan insentif bonus pasar yang merupakan selisih harga pasar dengan harga kontrak dikalikan dengan total ayam terpanen.

Ayam ras pedaging merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat efisien dalam menghasilkan daging. Produksi daging ayam ras pedaging dinyatakan dalam bentuk karkas (whole chicken) rata-rata memiliki persentase 68% dari berat hidup. Produktivitas karkas sangat dipengaruhi oleh penggunaan faktor biaya yang dikelola optimal dan efisien.  Namun faktor biaya produksi usaha ayam ras pedaging utamanya biaya pakan, DOC dan biaya operasional relatif tinggi hampir 80% dari total penerimaan peternak.

Usaha ayam ras pedaging merupakan usaha tani yang paling cepat panennya, dalam satu periode usaha pemeliharaan hanya dibutuhkan waktu 30-35 hari. Namun jika diamati struktur usahanya, peternak menanggung resiko harga jual fluktuatif ketika panen. Sementara biaya input produksi seperti DOC dan pakan cenderung tinggi dan kadang-kadang harga jual di bawah biaya produksi.

Kinerja ekonomi usaha ayam ras dilakukan dengan pengamatan variabel-variabel struktur biaya pemeliharaan seperti : 1) Biaya pakan; 2) Biaya DOC; 3) Biaya OVD (Obat, Vaksin dan Disenfektan); 4) Biaya operasional; 5) Biaya penyusutan kandang dan peralatan. Kinerja ekonomi diukur dengan perhitungan nilai Break Event Point (BEP) dan keuntungan (pendapatan).

Nilai kualitas performa ayam ditunjukkan dari nilai performa sedangkan untuk nilai rupiah tercermin dari nilai BEP harga. BEP harga digunakan untuk menentukan tingkat harga jual agar mencapai titik impas (tidak untung tidak rugi). Metode ini paling sering digunakan oleh peternak. Seperti diketahui, bahwa harga ayam ayam ras pedaging mengikuti harga pasar sehingga peternak sulit mengatur harga sendiri. Dengan metode BEP harga tersebut, ketika harga jual ayam sudah melewati nilai BEP harga peternak bisa menjualnya.

Metode penghitungan BEP ialah sebagai berikut :

Keterangan :

BW                   : berat badan rata-rata ayam

P                       : harga pakan per kg

DOC                 : harga DOC

BOP                  : biaya operasional

Dep.Kandang : Penyusutan kandang dan peralatan

OVD                 : biaya pengobatan (vaksin, antibotik, vitamin, desinfektan).

Berdasarkan data recording farm ayam ras pedaging setiap periode tahun 2018 untuk 20 responden peternak, maka diketahui rata-rata BEP setiap kg live bird adalah Rp. 15.400,-. Peternak akan mengalami titik impas jika harga penjualan live bird per kg nya Rp. 15.400. Namun pada kenyataannya harga live bird tingkat farmgate yang berlaku di pasar adalah rata-rata setiap periode berkisar Rp. 17.000-21.000/kg live bird.

Berikut ini disajikan struktur biaya perhitungan BEP ayam ras pedaging tahun 2018.

Tabel 1. Hasil Perhitungan BEP Usaha Ayam Ras Pedaging Tahun 2018

Peternak plasma diketahui rentan terhadap fluktuasi harga input produksi seperti harga doc dan pakan. Jika harga di pasar sama atau lebih kecil dibanding harga kontrak, maka peternak tidak mendapatkan insentif bonus pasar. Jika harga DOC sekitar Rp. 7.000/ekor dan pakan 6.800-7.000/kg maka harga penjualan live bird masih berada di atas harga BEP sebesar Rp. 15.400/kg.

 

Pendapatan Peternak

Dari 20 responden peternak, diketahui sebagian besar adalah peternak plasma dengan sistem kontrak. Peternak hanya menyediakan kandang, tenaga kerja dan biaya operasional pemeliharaan ayam ras pedaging. Seluruh sarana produksi seperti DOC, pakan dan obat vaksin berasal dari perusahaan inti sebagai mitra. Harga DOC, pakan dan obat-obatan ditentukan oleh perusahaan inti termasuk harga penjualan live bird diikat dalam kontrak perjanjian selama setahun.

Jika diamati dari data struktur biaya usaha ayam ras pedaging, dari 20 responden rata-rata mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 225.630.848,- setiap periode. Keuntungan peternak plasma sangat bergantung dari efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi terutama pakan, doc dan persentase deplesi. Selain itu peternak plasma mendapatkan bonus pasar yang didapatkan dari selisih harga penjualan kontrak dengan selisih harga yang berlaku di pasar.

Berdasarkan tabel di bawah, diketahui besaran bonus pasar lebih besar dibanding laba dari selisih penerimaan dengan total biaya pakan, doc dan lainnya. Dari total laba Rp. 225,630,848, sebesar 70% ternyata berasal dari bonus pasar dan 30% dari selisih total biaya dengan penerimaan.

Tabel 2. Hasil Perhitungan Laba Usaha Ayam Ras Pedaging Tahun 2018

Rofii, S.Pt

Statistisi di Direktorat PPHNak

Share:

Leave a Reply