Pupuk Organik Lebih Komplit Kandungan Unsur Mikronya

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa – sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik dari pada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Aplikasi pupuk organik digunakan sebagai pupuk dasar bagi tanaman, karena mengandung lebih komplit kandungan unsur mikronya dibandingkan dengan pupuk kimia sintetis. Secara alami pelapukan bahan organik menjadi pupuk kompos yang siap diserap tanaman membutuhkan waktu yang relatif lama, bisa mencapai 3 bulan sampai dengan 1 tahun tergantung material bahan bakunya. Dengan adanya kemajuan di bidang teknologi pengomposan, telah ditemukan cara-cara pengomposan bahan organik yang relatif cepat sehingga pengomposan hanya mekanan waktu 2 sampai 3 minggu. Beberapa teknologi pengomposan diperoleh dengan merekayasa proses, penemuan effective microorganism pengurai bahan organik (dekomposer), serta pengakayaan bahan tambahan.

Beberapa istilah dalam pupuk organik ini bergantung pada sumber bahan bakunya, diantaranya : pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk kompos, pupuk organik buatan, humus.

Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan – bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bisa optimal. Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri bersuhu dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara dapat berkurang. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling baik dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menerbitkan regulasi di bidang pupuk organik, untuk melindungi konsumen dari beredarnya pupuk organik yang abal- abal, yang tidak jelas kandungan unsur haranya. Permentan No 01 Tahun 2019 mengatur tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. Kepmentan No 261 Tahun 2019 memuat Persyaratan Teknis Minimal (PTM) Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. Kepmentan No 262 Tahun 2019 memuat Lembaga Uji Mutu dan Efektivitas Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah.

Share:

Leave a Reply