Bogor_Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya meningkatkan kompetensi pejabat fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) bidang peternakan dan pembina daerah dalam melakukan fungsi pendampingan dan pengawalan kepada Unit Pengolahan Hasil (UPH) Peternakan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani pada saat mewakili Dirjen PKH membuka acara Bimbingan Teknis Pendampingan dan Penerapan Sistem Jaminan Mutu Produk Pangan dan Non Pangan Olahan Hasil Peternakan di Bogor, 6-8 November 2019.

Dalam acara yang diikuti oleh 43 orang peserta dari 27 provinsi, yakni dari 7 orang pejabat fungsional PMHP pusat, 12 orang pejabat fungsional PMHP daerah, dan 24 orang pembina daerah ini, Fini menyampaikan bahwa aspek hilir produk peternakan harus diperkuat, diantaranya melalui peningkatan kualitas produk baik melalui fasilitasi sertifikasi dan pendaftaran izin edar. Sertifikasi dan pendaftaran izin edar merupakan suatu upaya untuk melakukan jaminan mutu dan keamanan produk olahan hasil peternakan sehingga produknya dapat bernilai tambah dan berdaya saing. Aspek hilir juga diperkuat melalui inovasi-inovasi pengolahan baik dari segi proses maupun bahan baku.

Menurut Fini, produk olahan peternakan tergolong produk premium yang memiliki nilai jual/tukar yang tinggi, tetapi memiliki masa simpan yang pendek dan mudah rusak, sehingga perlu pembinaan dan pengawasan yang ketat. “Dalam melaksanakan dan menjamin mutu produk, diperlukan SDM yang kompeten mulai dari tahap produksi bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga produk akhir siap konsumsi,” tambah Fini.

Lebih lanjut Fini menuturkan bahwa melalui pelaksanaan kegiatan ini, ke depan tidak hanya pengawasan mutu produk saja yang menjadi fokus pejabat fungsional PMHP, namun juga pembinaan kepada UPH untuk dapat menghasilkan inovasi produk yang mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu narasumber dari IPB University, Dedi Fardiaz mengungkapkan bahwa saat ini tantangan untuk meningkatkan daya saing produk peternakan adalah menjamin keamanan dan mutu produk dengan prioritas kepada perlindungan konsumen, khususnya kesehatan konsumen, dan menjamin terjadinya praktek yang adil dan jujur dalam perdagangannya. “Dengan menjalankan produksi berprinsip pada perlindungan konsumen dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi melalui kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Miskiyah menyampaikan beberapa inovasi pengolahan produk peternakan yang dapat diterapkan pada pelaku UMKM. Menurutnya penerapan teknologi pengolahan yang tepat bisa mengefisienkan biaya produksi.”Inovasi bahan tambahan pangan yang diproduksi di dalam negeri dapat memangkas biaya produksi sampai 80% dengan tetap memperhatikan mutu dan keamanan pangan produk olahan yang dihasilkan,” ujarnya.

Selain dua narasumber tersebut, hadir pula tiga narasumber lainnya yaitu Devi Riani dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang memaparkan materi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), Joko Hermanianto dari IPB University yang menyampaikan materi Rantai Dingin Produk Pangan Asal Hewan serta narasumber lain dari IPB University, yakni Ahmad Sulaeman yang menyajikan materi Penerapan Sistem Pertanian Organik Pada Komoditas Peternakan Berbasis Kelompok.

Agnes Swasti Anindya, perwakilan peserta dari Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Produk Hewan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan dan pandangan baru bagi para PMHP untuk lebih berperan aktif dalam pengawasan mutu produk asal hewan. “Materi kegiatan bimteknya sangat menambah wawasan akan informasi terbaru tentang keamanan produk olahan asal hewan, materi yang disampaikan juga sesuai dengan tugas dan fungsi PMHP dan aplikatif. Sebaiknya kegiatan ini bisa rutin dilakukan setiap beberapa bulan sekali, karena sangat dibutuhkan forum sharing PHMP untuk berbagi solusi pemecahan masalah dan update informasi,” tuturnya.

 

Narahubung
Ir. Fini Murfiani, M.Si.,
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Kementan.

Share:

Leave a Reply