Assisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M, MEP hadir mewakili Gubernur Provinsi Lampung memberikan sambutan selamat datang, kepada seluruh peserta pertemuan “Bimbingan Teknis Aplikasi SIMPONI-Ternak Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) Peternakan Wilayah Barat” yang diselenggarakan 6-8 Februari 2020.

Bimbingan Teknis Aplikasi Simponi-Ternak Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) Peternakan, diselenggarakan oleh Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (Dit. PPHNAK), Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dalam rangka peningkatan kapasitas petugas PIP baik tingkat propinsi maupun kabupaten dan kota dalam pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Pasar Online Nasional Peternakan (SIMPONI-Ternak). Aplikasi SIMPONI-Ternak adalah Aplikasi online penyediaan data dan informasi harga tingkat produsen komoditi peternakan berdasarkan input petugas PIP di lapangan secara harian. Data dan informasi harga tersebut dapat diakses secara langsung oleh para pengambil kebijakan dan masyarakat umum secara real time.

Para petugas PIP propinsi, kabupaten dan kota menurut Fini Murfiani, Direktur PPHNAK sebenarnya telah melakukan input data dan informasi harga melalui Aplikasi SIMPONI-Ternak sejak November 2019 lalu. “Namun Bimtek kali ini ditujukan untuk lebih meningkatkan pemahaman para petugas PIP, terhadap fitur-fitur baru tambahan informasi terkait harga produsen komoditi peternakan. Misalnya tampilan jumlah responden yang menjadi narasumber petugas PIP dalam pengumpulan data dan informasi harga”, imbuh Fini.

Bimbingan Teknis diselenggarakan dalam 2 tahap, yakni wilayah Barat di Lampung 6-8 Februari 2020, dan Wilayah Timur akan menyusul pada 13-15 Februari di Bali. “Pembagian Wilayah ini agar Bimbingan Teknis lebih fokus, karena banyaknya petugas PIP propinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia”, ujar Fini.

“Data dan informasi harga tingkat produsen komoditi Peternakan sangat penting baik sebagai dasar pengambilan kebijakan bagi pemerintah, maupun bagi pelaku usaha di industri peternakan“, tutup Fini

Share:

Leave a Reply